Sejarah irigasi di Indonesia

pageimx_irigasi_02Irigasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk memperoleh air dengan menggunakan bangunan dan saluran buatan untuk mengairi lahan pertaniannya. Kata irigasi sendiri berasal dari dari kata irrigate dalam bahasa belanda dan kata irrigation dalam bahasa inggris. Dalam dunia modern saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mangalirkan air tersebut ke lahan pertanian.

Menurut Abdullah Angoedi dalam Sejarah Irigasi di Indonesia, disebutkan bahwa dalam laporan pemerintah Belanda, irigasi didefinisikan sebagai :

Secara teknis menyalurkan air melalui saluran-saluran pembawa ke tanah pertanian dan setelah air tersebut diambil manfaat sebesar-besarnya kemudian menyalurkannya ke saluran-saluran pembuangan terus ke sungai

Namun demikian irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu-persatu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram.
Sebagaimana telah diungkapkan, dalam dunia modern ini sudah banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan irigasi dan ini sudah berlangsung sejak Mesir Kuno.
Sejarah Irigasi di Indonesia
Irigasi Mesir Kuno dan Tradisional Nusantara

irigasi mesir kono Sejak Mesir Kuno telah dikenal dengan memanfaatkan Sungai Nil. Di Indonesia irigasi tradisional telah juga berlangsung sejak nenek moyang kita. Hal ini dapat dilihat juga cara bercocok tanam pada masa kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia. Dengan membendung kali secara bergantian untuk dialirkan ke sawah. Cara lain adalah mencari sumber air pegunungan dan dialirkan dengan bambu yang bersambung. Ada juga dengan membawa dengan ember yang terbuat dari daun pinang atau menimba dari kali yang dilemparkan ke sawah dengan ember daun pinang juga.

Sistem Irigasi Zaman Hindia Belanda

Sistem irigasi adalah salah satu upaya Belanda dalam melaksanakan Tanam Paksa (Cultuurstelsel) pada tahun 1830. Pemerintah Hindia Belanda dalam tanam paksa tersebut mengupayakan agar semua lahan yang dicetak untuk persawahan maupun perkebunan harus menghasilkan panen yang optimal. dalam mengeksplotasi tanah jajahannya.

irigasi tempo doeloe

Sistem irigasi yang dulu, telah mengenal saluran primer, sekunder, ataupun tersier. Tetapi sumber air belum memakai sistem Waduk Serbaguna seperti TVA (Tennessee Valley Authority ) di Amerika Serikat. Air dalam irigasi lama disalurkan dari sumber kali yang disusun dalam sistem irigasi terpadu, untuk memenuhi pengairan persawahan, di mana para petani diharuskan membayar uang iuran sewa pemakaian air untuk sawahnya.

Selanjutnya disebutkan bahwa setelah pemerintah Hindia-Belanda mendirikan departemen BOW, mulailah dibentuk “Irrigatie Afdeling”, tercatat 1-Januari-1889 dibentuk daerah irigasi yang pertama yaitu Irrigatie Afdeling Serayu yang meliputi keresidenan banyumas dan Bagelan di Jawa tengah, kemudian pada tahun 1892 dibentuk pula Irigatie Afdeling Brantas yang meliputi daerah Surabaya, Malang dan Kediri, selanjutnya Irrigatie Afdeling Serang yang meliputi daerah Semarang, Demak dan Purwodadi. Dalam tahun 1910, Pulau Jawa telah habis terbagi oleh daerah-daerah irigasi.
Waduk Jatiluhur 1955 di Jawa Barat dan Pengalaman TVA 1933 di Amerika Serikat

waduk jatiluhur1 Tennessee Valley Authority (TVA) [1] yang diprakasai oleh Presiden AS Franklin D. Roosevelt pada tahun 1933 merupakan salah satu Waduk Serba Guna yang pertama dibangun di dunia [2]. Resesi ekonomi (inflasi) tahun 1930 melanda seluruh dunia, sehingga TVA adalah salah satu model dalam membangun kembali ekonomi Amerika Serikat.

Isu TVA adalah mengenai: produksi tenaga listrik, navigasi, pengendalian banjir, pencegahan malaria, reboisasi, dan kontrol erosi. Sehinga di kemudian hari Proyek TVA menjadi salah satu model dalam menangani hal yang mirip. Oleh sebab itu Proyek Waduk Jatiluhur merupakan tiruan yang hampir mirip dengan TVA di AS tersebut.

800px-Jatiluhur_damBendungan Jatiluhur (http://id.wikipedia.org/wiki/Waduk_Jatiluhur)

800px-Jatiluhur_lake

Waduk Jatiluhur (http://id.wikipedia.org/wiki/Waduk_Jatiluhur)

Waduk Jatiluhur terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta (±9 km dari pusat Kota Purwakarta). Oleh pemerintah Bendungan itu dinamakan Waduk Ir. H. Juanda. Dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha. Bendungan ini mulai dibangun sejak tahun 1957 oleh kontraktor asal Perancis, dengan potensi air yang tersedia sebesar 12,9 milyar m3/tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia.

Referensi :

http://id.wikipedia.org, catatan kuliah irigasi, “desain hidrolik bangunan irigasi” Prof.R.Drs Eman Mawardi, Dipl.AIT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s